Rabu, 22 Oktober 2014

Pengenalan Dasar Arduino

Arduino ialah perangkat yang dirancang dengan kemampuan komputasi yang dapat berinteraksi secara lebih dekat dengan dunia nyata dibandingkan sebuah komputer biasa. Ada satu hal yang perlu dicatat, yakni Arduino bersifat open source, baik untuk microcontroller board yang dapat dimodifikasi, begitu juga dengan development environment yang digunakan untuk menuliskan source code program, yang disebut dengan istilah sketch.

<img src="arduino.png" alt="arduino">


Arduino dapat digunakan untuk mengembangkan suatu sistem interaktif, yang menerima input dari bermacam switch atau sensor, dan mengendalikan bermacam hal semisal lampu, motor, dan jenis output lainnya.
Meski ada berbagai macam jenis microcontroller dan platform yang tersedia untuk keperluan komputasi fisik, namun ada nilai lebih dari Arduino. Arduino dirancang secara sederhana dan mudah dipelajari, dikembangkan untuk keperluan project tugas sekolah, kuliah, ataupun tugas akhir. Adapun kelebihan yang coba ditawarkan Arduino antara lain.
  • Relatif murah
  • Bersifat cross-platform dapat dijalankan di berbagai operating system seperti Windows, Macintosh OSX, dan Linux
  • Sederhana, dengan programming environment turunan dari bahasa pemrograman C yang mudah dimengerti
  • Baik hardware maupun software bersifat open source
Untuk dasar tutorial pemrograman Arduino berikut ini beberapa function yang biasa digunakan.

setup()
Digunakan untuk inisialisasi variable, pin mode, penggunaan library, dan lain sebagainya. Hanya dijalankan sekali, pada saat Arduino pertama kali dinyalakan, atau setelah reset.

loop()
Setelah function setup(), digunakan function loop() yang sesuai dengan namanya, untuk menjalankan program utama dalam Arduino secara berulang terus-menerus, hingga Arduino dimatikan atau reset.

pinMode()
Digunakan untuk melakukan konfigurasi secara spesifik fungsi dari sebuah pin, apakah digunakan sebagai input atau sebagai output. Contoh penggunaan function pinMode() ialah sebagai berikut.
  • pinMode(0, INPUT) konfigurasi pin 0 Arduino sebagai pin input
  • pinMode(13, OUTPUT) konfigurasi pin 13 Arduino sebagai pin output

digitalRead()
Digunakan untuk membaca nilai pin digital yang spesifik, apakah bernilai HIGH atau LOW. Contoh penggunaan function digitalRead() ialah sebagai berikut.
  • digitalRead(0) membaca nilai digital dari pin 0 Arduino

digitalWrite()
Selain membaca nilai, ada juga function untuk menuliskan atau memberikan nilai pada suatu pin digital secara spesifik. Dengan function digitalWrite() memberikan nilai pin digital yang spesifik apakah bernilai HIGH atau LOW, dapat dilakukan. Contoh penggunaan function digitalWrite() ialah sebagai berikut.
  • digitalWrite(13, HIGH) memberikan nilai digital HIGH pada pin 13 Arduino

delay()
Sesuai dengan namanya, function delay() digunakan untuk memberikan waktu tundaan (dalam satuan millisecond) untuk mengerjakan satu baris program ke baris selanjutnya. Contoh penggunaan function delay() ialah sebagai berikut.
  • delay(1000) memberikan waktu tundaan 1000 millisecond, atau setara dengan 1 detik sebelum melanjutkan mengerjakan perintah baris program selanjutnya

analogRead()
Selain membaca nilai digital, Arduino juga dapat digunakan untuk membaca nilai analog. Dengan menggunakan function analogRead(), untuk membaca nilai analog melalui pin analog. Untuk board Arduino UNO memiliki 6 channel analog, Arduino Mini dan Nano 8 channel, sedangkan Arduino Mega 10 channel, dengan resolusi 10 bit analog to digital converter. Dengan resolusi 10 bit memungkinkan pemetaan tegangan antara 0 volt hingga 5 volt dalam nilai integer dari 0 hingga 1023. Sehingga resolusi pembacaan nilai analog ialah 5 volt dibagi 1024 unit, atau sekitar 4,9 mV per unit. Dibutuhkan sekitar 100 microsecond untuk membaca suatu input analog, dengan kata lain tingkat pembacaan maximum nilai analog ialah 10000 kali dalam satu detik. Contoh penggunaan analogRead() ialah sebagai berikut.
  • analogRead(3) membaca nilai analog pada pin 3 Arduino

analogReference(type)
Digunakan untuk memberikan nilai tegangan referensi untuk input analog, dengan pilihan type yang ada antara lain.
  • DEFAULT, nilai tegangan default untuk board Arduino ialah 5 volt atau 3,3 volt
  • INTERNAL, sebuah referensi built-in, setara tegangan 1,1 volt pada ATmega168 atau ATMega 328, dan 2,56 volt untuk ATMega8
  • INTERNAL1V1, sebuah referensi built-in, tegangan 1,1 volt, untuk Arduino Mega
  • INTERNAL2V56, sebuah referensi built-in, tegangan 2,56 volt, untuk Arduino Mega
  • EXTERNAL, sebuah referensi referensi dari pin AREF, nilai tegangan berkisar anatar 0 volt hingga 5 volt

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi situs halaman Arduino.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar